Implementasi Program Sabtu Wajib Berbahasa Jawa Krama
di Kelas dan Lingkungan MTs Sabilul Muttaqin

- Pembiasaan Sapaan dan Komunikasi di Kelas
Setiap hari Sabtu, peserta didik dibiasakan menggunakan Bahasa Jawa Krama dalam menyapa guru dan berinteraksi dengan teman sebaya, seperti saat mengucapkan salam, meminta izin, bertanya, maupun menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung. - Penguatan oleh Guru pada Awal dan Akhir Pembelajaran
Guru membuka dan menutup pembelajaran dengan instruksi serta pesan-pesan singkat menggunakan Bahasa Jawa Krama sebagai bentuk keteladanan dan penguatan karakter santun dalam berkomunikasi. - Penerapan di Lingkungan Madrasah
Penggunaan Bahasa Jawa Krama diterapkan di seluruh area madrasah, termasuk di halaman, kantor, perpustakaan, kantin, dan masjid, terutama saat siswa berinteraksi dengan guru, tenaga kependidikan, dan tamu madrasah. - Peran OSIS dan Guru Piket
OSIS dan guru piket berperan aktif mengingatkan serta memberi contoh penggunaan Bahasa Jawa Krama kepada siswa secara persuasif dan edukatif, tanpa memberikan sanksi yang bersifat menghukum. - Media Pendukung dan Literasi Budaya
Madrasah memasang poster, slogan, atau papan kosakata sederhana Bahasa Jawa Krama di kelas dan sudut madrasah sebagai sarana literasi dan penguatan pembiasaan berbahasa santun. - Integrasi dengan P5 dan Budaya Madrasah
Program ini diintegrasikan dalam kegiatan P5 dan budaya madrasah sebagai bentuk nyata penguatan dimensi berakhlak mulia, berkebinekaan, dan moderat, sekaligus melestarikan nilai kearifan lokal.
Melalui implementasi yang konsisten dan kolaboratif, program Sabtu Wajib Berbahasa Jawa Krama menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter siswa yang santun, berbudaya, dan berkepribadian luhur di MTs Sabilul Muttaqin.

