Keberadaan MTs Sabilul Muttaqin merupakan tindak lanjut dari program pengembangan yayasan Sabilul Muttaqin yang didirikan pada tahun 1996. Pendirian yayasan Sabilul Muttaqin awal mulanya adalah sebuah pondok pesantren yang dipimpin oleh bapak KH Sholeh Sulaiman yang merupakan tokoh ulama terkemuka di kawasan Semarang timur kurang lebih tahun 1870 M. Dan saat itu belum ada pondok pesantren yang berdiri di kawasan tersebut. Sehingga para santri dari berbagai daerah banyak yang menuntut ilmu di pesantren tersebut, dan berhasil mencetak para ulama yang sekarang banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Perkembangan pondok pesantren Sabilul Muttaqin semakin pesat dari masa ke masa. Untuk menunjang program pendidikan di pondok pesantren tersebut pada tanggal 1 April 1968 didirikanlah madrasah diniyah yang sekarang terdiri dari madrasah diniyah Ula, wustho, dan ulya. Untuk lebih meningkatkan sumber daya manusia khususnya masyarakat desa Trimulyo tahun 1989 didirikanlah madrasah Ibtidaiyah Sabilul Muttaqin. Ide pendirian itu berasal dari para tokoh masyarakat setempat dan dukungan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan jauhnya tempat-tempat pendidikan yang merupakan sekolah lanjutan serta minimnya pendapatan masyarakat sehingga mereka tidak mampu membiayai pendidikan putra-putrinya yang berada pada usia sekolah ke luar daerah, maka para tokoh agama yang dipelopori oleh KH Hambali Karim serta masyarakat setempat menjadikan pondok pesantren Sabilul Muttaqin sebagai yayasan Sabilul Muttaqin tepatnya pada tanggal 6 bulan Agustus 1996 dengan ketua yayasan adalah KH Hambali Karim, bersamaan itu pula didirikan sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilul Muttaqin. MTs Sabilul Muttaqin yang ada sekarang ini merupakan monumen hidup gerakan dakwah Islamiyah di desa Trimulyo Kecamatan Guntur dan Sekitarnya. MTs Sabilul Muttaqin di bawah lembaga YPI Sabilul Muttaqin bersama Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin dan MI Sabilul Muttaqin yang sudah didirikan sebelumnya.
Dalam rangka mensukseskan program pemerintah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan animo yang besar dari masyarakat yang ingin anaknya melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi serta melihat kondisi santri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin dan generasi muda desa Trimulyo pada tahun 1996, dimana sebagian besar berpendidikan formal hanya lulusan Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar dan tidak dapat melanjutkan kejenjang berikutnya, maka bersepakatlah empat tokoh yaitu Bapak KH Hambali Karim (alm), Bapak Drs Fadholi Bashori (alm), Bapak Drs. Zainal Arifin (alm), dan Bapak Sodiqin untuk mendirikan MTs Sabilul Muttaqin yang bertujuan:
- Mempertahankan eksistensi umat islam
- Menanamkan keimanan dan ketaqwaan generasi muda Islam
- Mencetak kader dakwah yang tangguh
Pada bulan Juli 1996 sekitar 56 santri/siswa warga Desa Trimulyo dan sekitarnya, yang baru lulus dari MI/SD dan lulusan setahun sebelumya melanjutkan di MTs Sabilul Muttaqin, sehingga terbentuklah dua kelas di MTs Sabilul Muttaqin. Dan sampai sekarang di tahun 2026 ini MTs Sabilul Muttaqin sudah meluluskan 1.800 siswa.
Visi Sekolah
TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI, BERAKHLAKUL KARIMAH, DAN BERWAWASAN AGAMIS
Misi Sekolah
Untuk mewujudkan Misi MTs Sabilul Muttaqin diperlukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misi MTs Sabilul Muttaqin memberikan arah dalam mewujudkan visi sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Misi MTs Sabilul Muttaqin akan menjadi dasar dari program pokok madrasah.
Visi Misi Sekolah
TERWUJUDNYA PESERTA DIDIK YANG BERPRESTASI, BERAKHLAKUL KARIMAH, DAN BERWAWASAN AGAMIS.
- Menyelenggarakan program pendidikan yang Islami yang berorientasi pada peningkatan kualitas iman dan taqwa.
- Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan nyaman berorientasi pada pelestarian lingkungan.
- Menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab peserta didik dalam aspek keagamaan maupun sosial.
- Mewujudkan warga sekolah yang terbiasa menerapkan 6S (Senyum, Salam, Salim, Sapa, Sopan, dan Santun).
- Mewujudkan warga sekolah yang sopan dalam berpakaian sesuai syariat Islam.
- Mewujudkan warga sekolah yang ramah dan bebas dari bullying melalui pembiasaan 6S
- Mewujudkan warga sekolah yang berakidah kuat dengan kegiatan keagamaan.
- Menyelenggarakan kegiatan sekolah yang berorientasi pada peningkatan kualitas ibadah
- Menumbuh kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Menumbuh kembangkan seni islami.
- Mewujudkan warga sekolah yang cakap di bidang teknologi dan kewirausahaan melalui kegiatan bimbingan dan pelatihan dalam menghadapi tantangan revolusi industri
- Mewujudkan lingkungan sekolah berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
- Mewujudkan warga sekolah yang berwawasan adiwiyata dan berdaya saing global dengan kegiatan edukatif.
- Menyediakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki kopetensi dan kualifikasi untuk mengelola sekolah berstandar nasional
